Akademik

Menamatkan TK selama 2 tahun di TK Tunas Merak, melanjutkan ke SDN 3 Kadu Merak selama 6 tahun, di tahun kelulusan tersebut mengikuti tes masuk SMP, alhamdullah diterima di SMP Negeri 1 Pandeglang dan lulus setelah belajar 3 tahun, berdasarkan nilai NIM mencoba mengadu nasib dengan mendaftar di SMA Negeri 1 Pandeglang dan menyelesaikan program pendidikan selama 3 tahun.

hmmm….tapi masih pengen belajar, karena rasanya 14 tahun belajar dari TK sampai lulus SMA belumlah cukup untuk menjadi bekal masa depan. Pada Tahun 2009 mengikuti USMI dan Alhamdulliah Tuhan memberikan saya untuk memperdalam ilmu di IPB, Teknologi Pangan…target utama lulus setelah 4 tahun dengan hasil yang sangat baik.



Kenapa Harus Institut Pertanian? Kenapa Teknologi Pangan

Setiap orang memiliki cita-cita yang ingin diwujudkan, namun untuk mewujudkan cita-cita itu tidaklah mudah, diperlukan suatu perjuangan besar agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan. Salah satu perjuangan yang perlu dihadapi adalah pendidikan, pendidikan yang biasa didapat mulai dari TK,  SD, SMP, SMA, dan Kuliah. Pemerintah Indonesia menganjurkan program pendidikan minimal 9 tahun atau minimal sampai lulusan SMP sebagai upaya memajukan bangsa dari kebodohan dan kemiskinan, ingat di zaman modern ini, pendidikan adalah salah satu pintu untuk mencapai kesuksesan yang tentunya dapat membawa kita mewujudkan apa yang kita cita-citakan.

Pada umumnya, kebanyakan orang Indonesia menyelesaikan tingkat pendidikan dari SD-SMA di tempat mereka tinggal dan melanjutkannya dengan pergi ke tempat-tempat tertentu, terutama pulau jawa, namun kenyataannya, tidak sedikit pula lulusan SMA yang menjadi penganguran sehingga tingkat pendidikannya dianggap belum mencukupi. Hal ini yang membuat banyak orang untuk lebih memperdalam pengetahuan ke tingkat lebih lanjut, yakni sebagai mahasiswa meski harus meninggalkan daerahnya masing-masing.

Pemerintahan Indonesia terus mencoba memberikan kemudahan-kemudahan bagi calon mahasiswa (tentunya lulusan SMA) untuk mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri dan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi Swasta untuk memberikan kesempatan yang sebesar mungkin bagi para calon, namun sayang hal ini tidak diikuti dengan jumlah perguruan tinggi yang tidak cukup banyak, sehingga ada penyeleksiaan sangat ketat untuk mendapatkan yang terbaik sebagai generasi muda Indonesia.

Mahasiswa, menjadi seorang mahasiswa tidaklah mudah diperlukan potensi, pengetahuan, dan kondisi ekonomi yang lebih untuk menunjang proses pendidikan. Kebanyakan orang meninggalkan kampung halamannya untuk mendapatkan pendidikan pada tingkat ini. Pemerintah sadar tentang hal ini sehingga banyak program-program bantuan untuk para mahasiswa yang tidak mampu dalam hal ekonomi seperti beasiswa.

Salah satu yang menyulitkan bagi para calon, selain hal yang dipaparkan di atas adalah; Dimana mereka melanjutkan pendidikan? Program pendidikan apa yang ingin diperdalam? Bagaimana cara hidup/adaptasi dilingkungan pendidikan baru? Dll. Kebanyakan orang menyelesaikan masalah ini dengan mencari informasi seperti bertanya pada orang yang dianggap tahu, membaca sumber-sumber, dan menerima saran-saran dari orang lain.

Semua yang dipaparkan di atas adalah hal-hal yang saya alami sebelum menjadi mahasiswa Institut Pertanian Bogor, sebagai mahasiswa jurusan Teknologi Pangan. Tentunya banyak pertimbangan untuk memilihnya, mengingat pendidikan ini berpengaruh besar terhadap kehidupan saya di masa yang akan datang  ketika menyelsaikan program pendidikan ini. Ada alasan untuk saya memilih IPB sebagai tempat pendidikan berikutnya, ada alasan pula untu saya memilih jurusan Teknologi Pangan, alasannya adalah karena saya yakin disinilah salah satu tempat terbaik yang bisa mewujudkan cita-cita saya. Alasan-alasan tersebut akan saya paparkan pada paragraf-paragraf berikutnya.

Teknologi Pangan adalah salah satu program sarjana yang dibutuhkan di perusahaan besar seperti Garuda Food, Unilever, dll. IPB adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Saya sangat berminat untuk melanjutkan sekolah di Korea selatan, IPB bekerjasama dengan salah satu Universitas di Korea Selatan (IPB-Kosel), Teknologi Pangan Berstandar Internasional, IFT. Selain ini semua negara kita adalah negara yang sering menghadapi masalah krisis pangan, tentunya dengan berkecimpung di Teknologi Pangan saya akan mencoba membantu dengan ilmu-ilmu yang saya dapatkan melalui perwujudan produk pangan yang sehat, bergizi, dan aman. Masihkah anda para pembaca bertanya kenapa IPB? Kenapa Teknologi pangan? Karena saya meyakini ini adalah tempat mencari ilmu yang tepat untuk mewujudkan cita-cita saya.



Biodata

Nama : Ilham Gelar Suryana

NRP : F24090079

Dept : Ilmu dan Teknologi Pangan

Asal : Pandeglang